Penulis: Ni Kadek Winda Adelia Pratiwi, Gede Juni Darmawan, Luh Cherina Febriant
Gorontalo 24 Jam, Opini – Globalisasi dan modernisasi membawa arus perubahan yang signifikan bagi masyarakat tradisional, termasuk komunitas Hindu di Indonesia. Perkembangan teknologi digital, arus informasi global, dan penetrasi budaya populer telah memengaruhi nilai, pola interaksi, dan orientasi hidup generasi muda Hindu. Salah satu dampaknya terlihat pada melemahnya keterikatan mereka terhadap tradisi dan praktik keagamaan lokal.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa desa adat berperan strategis dalam menjaga dan memperkuat identitas Hindu generasi muda melalui kearifan lokal dan praktik keagamaan yang kontekstual. Kearifan lokal, yang meliputi sistem nilai, norma, dan praktik sosial turun-temurun, menjadi landasan penting dalam mengatur kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan di masyarakat.
Praktik keagamaan di desa adat terbukti efektif sebagai media internalisasi nilai-nilai Hindu. Pelaksanaan upacara yadnya, persembahyangan bersama, ngayah, serta keterlibatan generasi muda dalam rangkaian ritual adat tidak hanya dipelajari secara kognitif, tetapi juga dihayati melalui pengalaman nyata. Dengan demikian, generasi muda mampu memahami filosofi Hindu secara holistik dan menginternalisasi nilai-nilai spiritual ke dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan temuan penelitian, sejumlah langkah strategis direkomendasikan untuk memperkuat identitas keagamaan generasi muda. Desa adat disarankan mengoptimalkan perannya sebagai pusat pembinaan identitas Hindu melalui penguatan pendidikan dan literasi agama berbasis kearifan lokal, pemaknaan praktik keagamaan secara edukatif, serta penguatan sinergi dengan lembaga keHinduan dan organisasi kepemudaan.
Selain itu, pemanfaatan media digital dapat diarahkan sebagai sarana pendukung pelestarian nilai dan tradisi Hindu. Konten edukatif, media sosial, dan platform digital dapat membantu menyampaikan pesan keagamaan secara menarik dan relevan bagi generasi muda, tanpa mengurangi makna spiritual yang terkandung dalam praktik adat.
Dengan pendekatan terpadu antara kearifan lokal, partisipasi aktif generasi muda, dan pemanfaatan teknologi, desa adat dapat berperan sebagai benteng penguatan identitas Hindu di tengah arus globalisasi. Langkah ini tidak hanya menjaga keberlanjutan tradisi, tetapi juga memastikan nilai-nilai spiritual Hindu tetap relevan dan hidup bagi generasi masa kini.***