• Sabtu, 18 April 2026

BRNR Gorontalo Geram, Warga Temukan Belatung Dimenu MBG Bone Pantai Malah Disuruh Minta Maaf

Photo Author
Rahmi Karim, Gorontalo 24 Jam
- Sabtu, 18 April 2026 | 12:43 WIB
Sekretaris Barisan Relawan Nusantara Raya Provinsi Gorontalo, Arsam Saidi
Sekretaris Barisan Relawan Nusantara Raya Provinsi Gorontalo, Arsam Saidi

Gorontalo 24 Jam –Barisan Relawan Nusantara Raya (BRNR) Provinsi Gorontalo menyatakan kemarahannya menyikapi penanganan kasus temuan belatung dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bonepantai. Alih-alih pengelola yang bertanggung jawab, justru warga yang menemukan hama tersebut yang tampil membacakan surat permintaan maaf.

Sekretaris BRNR Provinsi Gorontalo, Arham Saidi, menilai situasi tersebut sangat tidak wajar dan membalikkan logika keadilan.

Logika Terbalik yang Mencurigakan
Dalam pernyataannya, Arham menyoroti video klarifikasi yang beredar, di mana seorang ibu rumah tangga selaku penerima manfaat tampil didampingi pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tihu dan aparat desa.

"Kami geram melihat hal ini. Logikanya sangat terbalik. Yang seharusnya menjelaskan, bertanggung jawab, dan meminta maaf itu pihak penyelenggara atau pengelola program, bukan justru warga korban," tegas Arham.

Menurutnya, tindakan tersebut sangat mencurigakan dan seolah-olah ada upaya pemaksaan kehendak atau upaya menutup-nutupi kesalahan yang sudah terjadi.

Kualitas Makanan Sangat Memprihatinkan
Selain soal prosedur yang aneh, BRNR juga menyoroti buruknya kualitas makanan dengan munculnya belatung dalam lauk.

Mendesak Evaluasi Total
Merespons situasi ini, BRNR mendesak pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional untuk segera melakukan evaluasi total terhadap kinerja SPPG Tihu.

"Kami mendesak pemerintah bertindak tegas. Jangan biarkan program strategis negara ini dicemari oleh oknum yang tidak becus bekerja dan sewenang-wenang terhadap masyarakat," pungkas Arham.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Pengki Djoha

Tags

Terkini

X