• Sabtu, 18 April 2026

Mahasiswa, Pesisir, dan Pertaruhan Masa Depan Gorontalo

Photo Author
Tri Amelia Djafar S.H, Gorontalo 24 Jam
- Kamis, 29 Januari 2026 | 23:45 WIB
Peran mahasiswa penting dalam menjaga pesisir Gorontalo yang berkelanjutan. (Foto : ilustrasi)
Peran mahasiswa penting dalam menjaga pesisir Gorontalo yang berkelanjutan. (Foto : ilustrasi)

GORONTALO24JAM - Gorontalo dikenal sebagai daerah dengan garis pantai yang panjang dan potensi pesisir yang besar. Wilayah ini tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi nelayan, tetapi juga penopang ekosistem dan identitas sosial masyarakat pesisir.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, isu kerusakan lingkungan pesisir mulai mencuat dan menuntut perhatian lebih serius dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa.

Baca Juga: Merajut Iman dan Silaturahmi, Warga Tinelo Gelar Isra Miraj dan Halal Bihalal di Masjid Al-Hilal


Mahasiswa di Gorontalo memiliki posisi strategis dalam merespons persoalan pesisir, terutama karena kedekatan mereka dengan kajian ilmiah dan akses terhadap pengetahuan lingkungan.

Sayangnya, keterlibatan mahasiswa dalam isu pesisir masih sering bersifat sporadis dan reaktif. Padahal, tantangan seperti abrasi, pencemaran laut, dan perubahan tata ruang pesisir membutuhkan pengawalan jangka panjang yang konsisten dan berbasis data.


Di sisi lain, kebijakan pengelolaan wilayah pesisir kerap dihadapkan pada dilema antara kepentingan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks ini, suara mahasiswa dapat berperan sebagai penyeimbang dengan menghadirkan perspektif kritis yang konstruktif.

Baca Juga: Warga Polohungo Datangi DPRD, Tuntut Jawaban Soal Jembatan yang Tak Pernah Tuntas

Kritik yang disampaikan melalui kajian, diskusi publik, maupun rekomendasi kebijakan dapat membantu memastikan bahwa pembangunan pesisir tidak mengabaikan dampak ekologis dan sosial. Namun demikian, peran tersebut menuntut kesiapan intelektual dan etika gerakan yang matang.

Mahasiswa perlu memastikan bahwa setiap aspirasi yang disuarakan didukung oleh fakta dan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan. Tanpa hal tersebut, kritik berisiko kehilangan arah dan sulit diterjemahkan menjadi masukan yang berguna bagi pengambil kebijakan.

Baca Juga: YR.Team Lanjutkan Normalisasi Pasca Tambang Pulihkan Tiga Sungai Dengilo


Ke depan, kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat pesisir menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan Gorontalo.

Mahasiswa tidak hanya dituntut menjadi pengkritik, tetapi juga inisiator solusi melalui riset lapangan, pengabdian masyarakat, dan advokasi kebijakan yang berkelanjutan.

Dengan peran yang demikian, mahasiswa dapat berkontribusi nyata dalam menjaga pesisir Gorontalo sebagai ruang hidup bersama, bukan sekadar objek pembangunan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tri Amelia Djafar S.H

Tags

Terkini

X