• Sabtu, 18 April 2026

VIDYA: Virtual Hindu Learning Platform Berbasis Retrieval Augmented Generation Sebagai Strategi Penguatan Identitas Hindu di Era Globalisasi

Photo Author
Fajar Hunawa, Gorontalo 24 Jam
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:31 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Penulis: I Wayan Juli, I Komang Wahyu Ambara Putra, I Putu Aprika Apsarendra Putra, Luh Shinta Pradnyani, Ni Luh Putu Lia Diantini Putri

Gorontalo 24 Jam, Opini - Arus globalisasi yang semakin masif membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Bali, termasuk dalam praktik dan pemahaman keagamaan. Identitas Hindu yang selama ini menjadi fondasi budaya Bali dinilai tetap kuat secara ritual, namun menghadapi tantangan serius pada aspek pemahaman filosofis dan etis, terutama di kalangan generasi digital.

Sejumlah kajian menunjukkan bahwa globalisasi tidak hanya memengaruhi gaya hidup, tetapi juga cara umat Hindu memahami, menghayati, dan memaknai ajaran agamanya. Akses informasi yang terbuka luas melalui media digital memunculkan peluang edukasi, tetapi sekaligus meningkatkan risiko penyederhanaan makna ajaran, miskonsepsi, hingga pelanggaran norma dalam interaksi lintas budaya.

Fenomena ini terlihat dari semakin maraknya praktik keagamaan yang berjalan secara seremonial, namun tidak selalu diiringi dengan pemahaman mendalam terhadap nilai filosofis yang mendasarinya. Di sisi lain, generasi muda cenderung mencari jawaban melalui internet dan media sosial, yang belum tentu menyajikan informasi berbasis rujukan otoritatif.

Menjawab tantangan tersebut, dikembangkanlah VIDYA (Virtual Hindu Learning Platform), sebuah platform pembelajaran Hindu berbasis kecerdasan buatan dengan pendekatan Retrieval-Augmented Generation (RAG). Sistem ini dirancang sebagai chatbot edukatif yang mampu memberikan jawaban akurat dan kontekstual berdasarkan dokumen rujukan keagamaan yang telah dikurasi.

Secara teknis, VIDYA mengintegrasikan large language model (LLM), vector database, dan domain-specific knowledge base. Melalui pendekatan ini, sistem tidak hanya menghasilkan respons secara generatif, tetapi terlebih dahulu melakukan proses penelusuran (retrieval) terhadap sumber-sumber referensi yang relevan. Dengan demikian, jawaban yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan teologis.

Implementasi VIDYA dilakukan dalam bentuk platform percakapan digital yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan secara natural, mulai dari makna simbol keagamaan, filosofi upacara, hingga norma etika dalam kehidupan sosial. Platform ini diharapkan menjadi media edukasi yang adaptif terhadap karakteristik generasi digital yang terbiasa dengan interaksi cepat dan berbasis teknologi.

Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa kehadiran platform edukasi berbasis teknologi ini berpotensi meningkatkan pemahaman dan penghayatan ajaran Hindu, khususnya di tengah masyarakat yang aktif berinteraksi lintas budaya. Globalisasi memang tidak dapat dihindari, tetapi melalui inovasi yang tepat, dampaknya dapat dikelola untuk memperkuat identitas, bukan justru mengikisnya.

Penguatan identitas Hindu di Bali, dengan demikian, tidak cukup hanya melalui pelestarian ritual dan tradisi, tetapi juga membutuhkan transformasi metode edukasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Inovasi seperti VIDYA menjadi contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana strategis untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai spiritual di era digital.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Fajar Hunawa

Tags

Terkini

X