GORONTALO24JAM — Lebih dari 500 juta penderita diabetes di seluruh dunia masih bergantung pada suntikan insulin setiap hari, yang sering menimbulkan rasa sakit serta risiko hipoglikemia.
Namun studi terbaru dari Universitas Zhejiang yang dipublikasikan di Nature menawarkan terobosan baru: pengiriman insulin melalui kulit tanpa jarum menggunakan polimer inovatif bernama OP.
Baca Juga: IAIN Manado Bangun Semangat Kebangsaan ASN dan Mahasiswa di HUT KORPRI Ke-54
Polimer ini menunjukkan kemampuan luar biasa menembus kulit. Temuan awal muncul saat OP, yang sebelumnya diuji untuk mengantarkan obat kanker, ternyata dapat melewati jaringan jauh lebih mudah dari perkiraan.
Hal ini memunculkan pertanyaan dari Profesor Shen Youqing: “If OP can penetrate solid tumor tissue, could it also make its way through the skin?” Hasilnya mengejutkan, OP memang mampu melewati kulit dengan efisien.
Keunikan OP berasal dari kemampuannya memanfaatkan perbedaan pH alami kulit.
Di permukaan, OP bermuatan positif dan membentuk “reservoir” dengan asam lemak, sementara di lapisan lebih dalam OP berubah menjadi tak bermuatan sehingga dapat berdifusi dengan cepat.
Baca Juga: Mahasiswa Berprestasi, Polbeng Gelar Anugerah Kemahasiswaan 2025
Menurut Profesor Zhou Ruhong,
“It’s essentially a smart material that adapts to the skin’s chemistry as it moves.” ujarnya
Ketika OP dikaitkan dengan insulin menjadi OP-I, molekul ini bergerak di sepanjang membran sel dan akhirnya masuk ke aliran darah melalui pembuluh limfatik.
Pada tikus dan mini pig, OP-I terbukti mampu menurunkan gula darah secara efektif hingga lebih dari 12 jam tanpa menyebabkan hipoglikemia, dan penggunaan berulang tidak menimbulkan iritasi kulit.
Baca Juga: Kemdiktisaintek Siapkan Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Korban Bencana di Sumatera
Jika berhasil dikembangkan secara klinis, teknologi ini dapat mengubah cara pengelolaan diabetes menjadi sesederhana mengoleskan krim atau menempelkan patch.
Seperti ditegaskan Shen,