GORONTALO24JAM - Al-Azhar Mesir menyuarakan kecaman keras terhadap tindakan kekerasan dan pelecehan yang dialami mahasiswa Muslim di Universitas South Florida (USF), Tampa, saat mereka sedang menunaikan shalat.
Observatorium Al-Azhar untuk Penanggulangan Ekstremisme menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan bentuk penyerangan atas dasar agama yang secara langsung menyasar aktivitas ibadah umat Islam.
Mengutip laporan Ahram Online pada Rabu (26/11/2025), peristiwa tersebut menimpa anggota Ikatan Mahasiswa Muslim (IMM) ketika mereka beribadah di area kampus.
Baca Juga: Kapolres Gorontalo Pimpin Apel Operasi Zebra Otanaha 2025
Kejadian itu dianggap menimbulkan kegelisahan luas dan memicu berbagai desakan agar dilakukan penyelidikan serius.
Dalam penjelasannya, pihak observatorium merujuk pada rekaman video yang beredar luas yang memperlihatkan tiga orang mendekati mahasiswa yang sedang shalat.
kemudian melakukan tindakan merendahkan serta memprovokasi mereka, Salah seorang pelaku tampak sengaja memakan daging babi tepat di hadapan mahasiswa yang sedang beribadah.
Sementara pelaku lainnya melontarkan cercaan terkait keyakinan para korban. MSA melaporkan bahwa tindakan diskriminatif tersebut juga mencakup intimidasi terhadap seorang mahasiswi berhijab,
Termasuk memerintahkannya melepas jilbab dan menggunakan ucapan yang menghina.
Baca Juga: Transformasi Media, Angela Tanoesoedibjo Ajak Mahasiswa Adaptif Hadapi Era Digital
Para pelaku bahkan dilaporkan menendang kepala mahasiswa yang tengah sujud dengan sepatu bot berujung besi dan meludah ke arah mereka.
Organisasi mahasiswa Muslim di kampus itu kemudian mengirimkan surat resmi kepada pihak universitas yang memuat sejumlah tuntutan untuk meningkatkan perlindungan bagi mahasiswa.
Di antara tuntutan tersebut adalah penyampaian pernyataan publik menolak Islamofobia, pengawasan keamanan yang lebih kuat, penyelidikan komprehensif.
serta penyediaan ruang khusus yang aman untuk kegiatan ibadah.Observatorium Al-Azhar menyampaikan
Kejadian ini menggambarkan betapa lingkungan akademik yang seharusnya menjadi tempat aman justru berubah menjadi ruang yang penuh ancaman bagi mahasiswa Muslim.