Ia juga meminta aparat mengamankan kendaraan dan barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyelewengan solar bersubsidi.
“Kami berharap kendaraan maupun solar yang diduga menjadi barang bukti dapat diamankan dan tidak dilepaskan agar ada efek jera,” kata Jaino.
Insiden kekerasan terhadap wartawan ini kini menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), hingga Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk menelusuri dugaan jaringan mafia solar yang disebut-sebut beroperasi di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Minahasa Tenggara belum memberikan keterangan resmi terkait insiden pengeroyokan maupun dugaan penyelewengan solar bersubsidi di SPBU Tababo.***