GORONTALO24JAM – Jumlah penumpang di Bandara Djalaluddin Gorontalo selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terlihat dari data pergerakan penumpang yang dihimpun selama berlangsungnya arus libur akhir tahun.
Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani, mengungkapkan bahwa selama periode Nataru 2025–2026 total penumpang yang dilayani mencapai 15.291 orang. Jumlah ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode Nataru tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 17.199 penumpang.
“Untuk periode Nataru ini, jumlah penumpang di Bandara Djalaluddin Gorontalo sebanyak 15.291 orang. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Joko Harjani kepada awak media, Selasa (06/01/2025).
Ia menjelaskan, data tersebut merupakan akumulasi pergerakan penumpang baik keberangkatan maupun kedatangan selama masa libur Nataru.
Baca Juga: Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo Tetapkan 65 Peserta Ujian Komprehensif
Meski terjadi penurunan, aktivitas penerbangan di Bandara Djalaluddin Gorontalo tetap berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh maskapai.
Joko Harjani menegaskan, pihak bandara tetap mengutamakan pelayanan prima kepada masyarakat dengan memastikan seluruh fasilitas bandara berfungsi optimal. Selain itu, pengawasan terhadap aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang terus diperketat selama periode libur panjang tersebut.
“Seluruh personel bandara tetap siaga untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa, termasuk memastikan prosedur keamanan dan keselamatan penerbangan berjalan sesuai standar yang berlaku,” jelasnya.
Baca Juga: Resmob Otanaha Ditreskrimum Polda Gorontalo Amankan Terduga Pelaku Kekerasan Anak
Lebih lanjut, pihak Bandara Djalaluddin Gorontalo akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap tren pergerakan penumpang. Evaluasi ini dilakukan sebagai bahan perencanaan dan penyesuaian operasional bandara ke depan, khususnya dalam menghadapi lonjakan maupun penurunan jumlah penumpang pada momen libur panjang dan hari besar nasional.***