GORONTALO24JAM — Program Geopark Goes to School kembali digelar sebagai langkah strategis memperluas wawasan generasi muda mengenai pentingnya pelestarian bumi dan pemahaman geopark.
Pada kesempatan ini, SMA Terpadu Wira Bhakti menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan yang menghadirkan jajaran Badan Pengelola Geopark Gorontalo (BPGG) beserta para pakar sebagai narasumber (21/11/2025).
Dalam sambutannya, Romi Moge, Sekretaris yang mewakili Direktur Pelaksana BPGG, menegaskan bahwa pelajar adalah bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
Ia menyampaikan bahwa pengenalan geopark kepada siswa bukan hanya untuk memperkaya pengetahuan, tetapi juga untuk menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini.
“Geopark memberikan peluang belajar yang sangat luas. Dengan memahami proses alam, nilai sejarah, serta kekayaan hayati yang dimiliki daerah kita, siswa dapat melihat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kewajiban seluruh masyarakat,” tutur Romi.
Ia juga menambahkan bahwa pembelajaran berbasis alam berpotensi membentuk karakter pelajar yang lebih peka terhadap isu lingkungan dan konservasi.
Romi turut mendorong sekolah-sekolah di Gorontalo untuk membangun kolaborasi yang lebih aktif dengan BPGG, termasuk melalui kegiatan kunjungan lapangan, penelitian sederhana, hingga program pembelajaran luar ruang yang melibatkan siswa secara langsung.
Pada sesi penyampaian materi, hadir dua narasumber utama. Tity Iriani Datau, S.TP., M.Si, selaku Manajer Perencanaan, Pengembangan, dan Riset, memaparkan konsep dasar geopark serta arah pengembangannya di Provinsi Gorontalo.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan geopark tidak hanya berfokus pada geologi, tetapi juga mencakup riset ilmiah, pengembangan potensi wilayah, serta pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaatnya terasa lebih luas.
Sesi berikutnya diisi oleh Dr. Sc. Yayu Indriati Arifin, S.Pd., M.Si, Manajer Edukasi, Konservasi, dan Mitigasi. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam aksi konservasi dan pemeliharaan lingkungan.
Dalam pemaparannya, Yayu mengajak pelajar untuk mulai terlibat dalam kegiatan sederhana seperti pengelolaan sampah, pengamatan lingkungan, hingga kampanye kecil mengenai pelestarian alam di lingkungan sekolah.
Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi hingga diskusi interaktif.
Banyak dari mereka mengaku baru mengetahui bahwa geopark tidak hanya berkaitan dengan batuan atau geologi, tetapi juga melibatkan nilai budaya, sejarah, hingga pengembangan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan wawasan dan kepedulian pelajar SMA Terpadu Wira Bhakti terhadap geopark semakin meningkat.