Ia mengingatkan bahwa isu daya saing industri bersifat lintas sektoral sehingga perlu membahasnya bersama lebih dari satu kementerian/lembaga.
“Kami akan rapat dengan industri terkait dan K/L lainnya karena persoalan ini juga bersinggungan dengan kebijakan perdagangan. Panja Daya Saing Industri memang dibentuk untuk mengkaji hal-hal seperti ini secara menyeluruh,” ujar Evita, yang juga memimpin Panja tersebut.
Sejumlah faktor eksternal dinilai memberi tekanan kuat terhadap industri nasional.
Masifnya impor pakaian jadi dan kain dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan lebih dari 60 perusahaan tekstil gulung tikar hanya dalam kurun dua tahun.
Sementara itu, oversupply baja dari China akibat tingginya tarif AS mendorong potensi dumping ke negara lain, termasuk Indonesia, yang dapat menekan harga baja domestik dan memukul produsen lokal.
Jika banjir impor tidak dikendalikan, dampaknya akan merembet dari hilir hingga hulu.
Industri petrokimia yang memasok bahan baku ke berbagai sektor berisiko kehilangan pasar ketika industri hilir tidak mampu bertahan.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu keberlanjutan rantai pasok nasional dan melemahkan struktur industri Indonesia secara keseluruhan.******