Gorontalo 24 Jam | Gorontalo–Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dari kolaborasi lintas jurusan menghadirkan program sosial bertajuk CocoHealth sebagai bentuk partisipasi dalam ajang Innovillage 2025. Tim yang beranggotakan Nur Cahyani Dehi (Akuntansi), Mohamad Aditya Bilondatu (Farmasi), dan Khalsja Oktaviani Kadir (Akuntansi) ini berada di bawah bimbingan Apt. Wiwit Zuriati Uno, S.Farm., M.Si.
Program CocoHealth mengusung konsep transformasi limbah kelapa menjadi produk inovatif berupa Virgin Coconut Oil (VCO) dan tepung kelapa gluten-free melalui pemberdayaan kader PKK Desa Ombulo.
Inisiatif ini selaras dengan tema pemberdayaan perempuan dan penguatan UMKM berbasis potensi lokal.
Melalui pendekatan kolaboratif, tim tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat dalam manajemen usaha, standarisasi kualitas produk, serta penguatan digital branding.
Metode centrifugasi digunakan untuk menghasilkan VCO berkualitas, sementara ampas kelapa diolah menjadi tepung gluten-free sebagai bagian dari konsep zero waste dan ekonomi sirkular.
Sejak diimplementasikan, program ini telah melibatkan 45 kader PKK dari lima dusun. Sebagian besar kader telah mampu melakukan praktik produksi secara mandiri, menunjukkan bahwa transfer pengetahuan berjalan efektif.
Produk yang dihasilkan juga telah melalui uji mutu internal dan dinyatakan layak jual, sebagai langkah awal menuju komersialisasi berkelanjutan.
Melalui CocoHealth, mahasiswa UNG membuktikan bahwa inovasi tidak hanya lahir di laboratorium, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat.
Diharapkan program ini dapat menjadi model pemberdayaan perempuan berbasis desa yang berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.
Dengan semangat kolaborasi lintas disiplin, CocoHealth menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan UMKM yang mandiri dan berdaya saing.
“COCOHEALTH: FROM COCONUT WASTE, TO WELLNESS”