• Sabtu, 18 April 2026

IBTPI Pekanbaru Transformasi Desa Bukit Gajah: Tangguh Bencana & Ekonomi Mandiri Lewat PKM BEM

Photo Author
Fajar Hunawa, Gorontalo 24 Jam
- Minggu, 21 Desember 2025 | 12:51 WIB
Dosen dan mahasiswa BEM melakukan Program Pemberdayaan Masyarakat kepada kelompok petani dan karang taruna Desa Bukit Gajah Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan (sumber: IBT Pelita Indonesia)
Dosen dan mahasiswa BEM melakukan Program Pemberdayaan Masyarakat kepada kelompok petani dan karang taruna Desa Bukit Gajah Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan (sumber: IBT Pelita Indonesia)

GORONTALO24JAM - Dosen dan mahasiswa Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia (IBTPI) Pekanbaru melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat (PKM) oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Desa Bukit Gajah, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini berlangsung dari 7 Oktober hingga 11 November 2025.

Program PKM ini melibatkan dua mitra utama di desa, yaitu kelompok petani dan karang taruna. Tujuan utama kegiatan adalah memperkuat kemandirian masyarakat melalui pengembangan Desa Tangguh Bencana dan pemberdayaan petani pisang awak berbasis ketahanan pangan dan ekonomi berkelanjutan.

Kegiatan diketuai oleh Dr. Yenny Desnelita, M.Kom., bersama anggota tim dosen Alyauma Hajjah, S.Si., M.Kom. dan Dr. Nicholas Renaldo, S.E., M.M. Selain itu, 20 mahasiswa BEM IBTPI dari Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Bisnis juga turut terlibat aktif dalam seluruh rangkaian acara.

Baca Juga: Pemkot Malang Serahkan Bantuan ke 122 Mahasiswa Sumatera di Malang, Serta Korban di Tempat

Program ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Pendanaan ini bertujuan memperkuat sinergi antara dunia akademik, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun ketahanan sosial-ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Tim akademik dan mahasiswa BEM berkolaborasi erat dengan kelompok tani dan karang taruna Desa Bukit Gajah. Pendekatan yang digunakan menggabungkan inovasi teknologi, pembelajaran terarah, dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi sekaligus kesiapsiagaan terhadap bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Untuk mendukung kelompok petani, tim memberikan berbagai inovasi teknologi. Di antaranya adalah Smart Eco Ledger: Sistem Pembacaan dan Visualisasi Kualitas Udara berbasis IoT, teknologi pencacah pohon pisang untuk membuat POC, alat pemotong pisang, Mesin Spiner, Siller, dan Aplikasi Pengelolaan Keuangan Digital.

Baca Juga: CDC IAIN Manado Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa Lewat Pelatihan Microsoft Office

Sedangkan untuk kelompok karang taruna, teknologi yang diberikan meliputi desain grafis dan mesin pencetak. Selain itu, juga disediakan Teknologi SiPintraEdu Platform Pembelajaran Digital Terdepan yang dirancang untuk mengatasi tantangan pendidikan di daerah yang sering mengalami gangguan akibat kabut asap.

Karang taruna juga ditugaskan sebagai fasilitator pembelajaran digital bagi siswa di Desa Bukit Gajah. Hal ini bertujuan memberdayakan generasi muda desa untuk menguasai teknologi dan menjadi ujung tombak perubahan di daerah mereka.

Selain pemberian teknologi, tim juga menyelenggarakan serangkaian pelatihan dengan narasumber ahli. Di antaranya adalah Dr. Gustientiedina, M.Kom. yang membimbing pelatihan aplikasi desain grafis, Rangga Rahmadian Y, M.Kom. tentang pembuatan e-commerce, dan Dr. Sri Utami Lestari, M.Si. dalam pelatihan pengelolaan tanaman pisang serawak dan pembuatan pupuk dari sampah organik.

Baca Juga: Universitas Bosowa Perkuat Tata Kelola Kampus dan Kehidupan Mahasiswa

Program ini juga berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana. Konsep Desa Tangguh Bencana berbasis teknologi diperkenalkan untuk melatih warga memahami pentingnya kesiapsiagaan, pengelolaan sumber daya, dan inovasi pertanian yang adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Ketua pelaksana, Dr. Yenny Desnelita, M.Kom., menyampaikan bahwa program ini bukan hanya berorientasi pada pelatihan semata, tetapi juga pada keberlanjutan hasilnya. Dia menekankan bahwa inovasi teknologi yang diberikan langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat desa.

“Melalui PKM Berdampak ini, kami menghadirkan inovasi yang membuat masyarakat dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesiapsiagaan terhadap bencana,” ujarnya. Dia berharap kegiatan ini menciptakan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Bukit Gajah dan masyarakat setempat. Kepala Desa menyampaikan apresiasi kepada tim IBTPI yang telah menghadirkan inovasi nyata untuk kemajuan desa.

Baca Juga: Unhas Kukuhkan 1.901 Mahasiswa dalam Wisuda Periode Desember 2025

“Petani kini lebih mandiri dan produktif, sementara generasi muda mulai beradaptasi dengan dunia digital dan bisa memanfaatkannya untuk berwirausaha,” ungkap Kepala Desa. Dia berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih banyak lagi.

Dengan dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IBTPI, kegiatan PKM DPPM Kemendiktisaintek 2025 ini berhasil mengintegrasikan pendidikan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Desa Bukit Gajah kini tengah bertransformasi menjadi desa tangguh dan cerdas digital, siap menghadapi risiko bencana serta membangun ekonomi hijau berdaya saing di Kabupaten Pelalawan. Tim juga mengucapkan terima kasih atas pendanaan melalui skema PROGRAM MAHASISWA BERDAMPAK dengan nomor kontrak yang telah ditetapkan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Fajar Hunawa

Tags

Terkini

UNBITA Gelar Bimtek Tulis Karya Ilmiah Intensif

Kamis, 18 Desember 2025 | 14:45 WIB
X