GORONTALO24JAM - Program Baca Tulis dan Hafalan Al-Qur’an (BTHQ) selama ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi keislaman mahasiswa di IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Program tersebut juga merupakan salah satu syarat akademik bagi mahasiswa yang akan melanjutkan ke tahap studi akhir, termasuk ujian skripsi.
Baca Juga: Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo Tetapkan 65 Peserta Ujian Komprehensif
Dalam perjalanannya, tidak sedikit mahasiswa yang masih membutuhkan waktu tambahan untuk memenuhi standar kelulusan BTHQ, sehingga berdampak pada masa studi.
Hal ini menjadi perhatian bersama dalam rangka meningkatkan efektivitas pembinaan keislaman mahasiswa.
Salah satu mahasiswa angkatan 21, Dela Abas (22), menyampaikan bahwa program penguatan kemampuan Al-Qur’an sangat relevan dengan identitas kampus Islam.
Baca Juga: Grand Q Hotel Gorontalo: Penginapan Klasik dengan Rooftop Kolam Renang Eksklusif
Menurutnya, "program tersebut memiliki nilai positif dan diharapkan terus disempurnakan agar semakin adaptif dengan kebutuhan mahasiswa."
Dengan terpilihnya Rektor baru IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag, kampus melakukan pengembangan dan perubahan program dengan menghadirkan IFKAR (Intensifikasi Fiqih Ibadah dan Kompetensi Al-Qur’an).
Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses pembelajaran serta pendampingan bagi mahasiswa.
Baca Juga: Wanita Paruh Baya Bone Bolango Tertimpa Batu Saat Memetik Cabai
Mahasiswa fakultas Ushuluddin dan Dakwah Nurlela Djunaidi (23) mengungkapkan bahwa "kehadiran IFKAR memberikan semangat baru."
Ia menilai program ini membantu mahasiswa dalam memperkuat pemahaman keislaman sekaligus mendukung kelancaran penyelesaian studi.***