GORONTALO24JAM – Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang melaksanakan Program UNG Mengajar Batch-8 ini menggelar kegiatan literasi budaya di SMA Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo. Program ini difokuskan pada pembuatan cerita rakyat Gorontalo dan pelatihan menulis cerpen sebagai upaya mendorong kreativitas pelajar serta menumbuhkan kecintaan mereka terhadap budaya lokal.
Kegiatan diawali dengan pengenalan kembali berbagai cerita rakyat khas Gorontalo. Melalui sesi diskusi dan pemaparan, siswa diajak memahami pesan moral, nilai budaya, serta sejarah singkat dari setiap cerita. Para pelajar kemudian diberi kesempatan menuliskan kembali cerita rakyat tersebut dalam bentuk narasi modern, sehingga tetap relevan dan menarik bagi pembaca muda, kemudian hasil tulisannya itu dibukukan menjadi satu.
Baca Juga: FMIPA UNG Gelar Kuliah Umum Anti Korupsi Generasi Muda
Berlanjut pada kegiatan inti, kemudian mahasiswa PPL UNG menyelenggarakan pelatihan menulis cerpen yang diikuti oleh para pelajar SMA Negeri 1 Telaga dengan penuh antusias. Materi pelatihan meliputi pengenalan unsur cerpen, teknik pengembangan ide, cara membangun alur, hingga strategi menciptakan karakter yang hidup dalam cerita. Para peserta juga langsung mempraktikkan pembuatan cerpen dan mendapatkan pendampingan dari mahasiswa.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan mahasiswa PPL dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya UNG, Fatma Suleman, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang mengajari siswa menulis, tetapi juga mengenalkan kembali budaya lokal sebagai identitas daerah.
Baca Juga: Dosen FSB UNG Sabet Medali Perunggu Nasional PPK Ormawa
"Kami ingin siswa merasa dekat dengan cerita-cerita yang mereka dengar sejak kecil. Dengan menuliskannya kembali, mereka bukan hanya belajar menulis, tetapi juga ikut melestarikan budaya Gorontalo," ungkapnya.
Sementara itu, Siti Nurhaliza juga menambahkan, bahwa pentingnya literasi bagi generasi muda di era digital sekarang ini.
"Banyak siswa memiliki potensi besar dalam menulis, hanya saja mereka jarang diberi ruang untuk mengembangkannya. Melalui pelatihan ini, kami berharap mereka menyadari bahwa menulis adalah cara yang kuat untuk mengekspresikan diri dan membangun kepercayaan diri," ujarnya.
Baca Juga: Mahasiswa Solok Selatan Didorong Perkuat Budaya Antikorupsi dalam Kuliah Umum Hakordia 2025
Pihak sekolah juga menyambut baik kegiatan ini karena dinilai bermanfaat dalam meningkatkan minat baca dan menulis siswa. Program PPL dari mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indinesia, FSB, UNG tersebut diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam membentuk generasi muda yang kreatif, berbudaya, dan memiliki kemampuan literasi yang baik.***