• Sabtu, 18 April 2026

Mahasiswa Solok Selatan Didorong Perkuat Budaya Antikorupsi dalam Kuliah Umum Hakordia 2025

Photo Author
Rahmi Karim, Gorontalo 24 Jam
- Senin, 8 Desember 2025 | 22:30 WIB
Kejari Sorok Selayang: beri pemahaman kepada mahasiswa terhadap isu korupsi di rana pendidikan maupun masyarakat  (Sumber Foto: Kejaksaan Tinggi Negeri Solok Selayang)
Kejari Sorok Selayang: beri pemahaman kepada mahasiswa terhadap isu korupsi di rana pendidikan maupun masyarakat (Sumber Foto: Kejaksaan Tinggi Negeri Solok Selayang)

GORONTALO24JAM - Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Kejaksaan Negeri Solok Selatan kembali mengajak generasi muda untuk memperkuat nilai integritas.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk kuliah umum yang digelar pada Senin (8/12/2025) di Aula Kejari, dan dihadiri para mahasiswa dari BEM STIE serta BEM STKIP Widyaswara Indonesia.

Baca Juga: Uji Vaksin Lassa Libatkan Mahasiswa dalam Penelitian Oxford

Kajari Solok Selatan, Dahnir, S.H., M.H., menegaskan bahwa kondisi bangsa tidak akan maju apabila praktik korupsi masih dibiarkan.

Ia menyampaikan bahwa ancaman korupsi bukan sekadar merugikan negara, tetapi juga menghambat kesejahteraan masyarakat secara luas.

Karena itu, katanya, mahasiswa perlu mengambil peran aktif sebagai pengawas sosial dan motor perubahan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Irvan R. Prayogo, S.H., M.H., memberikan penjelasan mengenai strategi pemberantasan korupsi yang telah dijalankan aparat penegak hukum.

Baca Juga: UNG Perkuat Budaya Hidup Sehat Lewat Gerakan Senam Massal dan Deteksi Dini Kesehatan Kampus

Ia menekankan bahwa penegakan hukum tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga penting untuk membangun pola pikir antikorupsi sejak usia muda agar perilaku curang tidak berkembang menjadi budaya.

Sesi dialog pun menjadi salah satu bagian yang paling menarik. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengkritisi berbagai masalah korupsi yang muncul di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Kejari berharap ruang diskusi tersebut dapat menumbuhkan keberanian mahasiswa dalam menyuarakan keadilan dan mendorong terciptanya pemerintahan yang lebih bersih.

Melalui kegiatan ini, Kejari Solsel ingin membangun sinergi antara lembaga penegak hukum dan masyarakat, terutama kelompok muda, agar gerakan antikorupsi semakin kuat.

Baca Juga: Mahasiswa FEB Unwar Gelar International Community Service di Desa Penglipuran

Kuliah umum tersebut juga menjadi rangkaian menuju puncak Hakordia 2025 yang akan berlangsung pada 9 Desember melalui upacara dan pembagian suvenir untuk publik.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Pengki Djoha

Tags

Terkini

X