GORONTALO24JAM- Banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 lalu memutus sejumlah akses jalan darat yang ada di 3 provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Meski telah sebulan lebih berlalu, beberapa wilayah masih terisolir karena jalur darat putus total.
Seperti di Aceh Tengah, yaitu salah satu desa bernama Reje Payung di Kecamatan Linge sehari-hari mengandalkan jembatan darurat.
Bukan jembatan yang aman digunakan warga, melainkan jembatan tali di mana warga harus meniti sling dengan arus deras sungai di bawahnya.
Baca Juga: Operasi Tim Gabungan Resmi Ditutup, Pencarian Pendaki yang Hilang di Gunung Slamet Dilakukan Mandiri
Gotong Royong Warga Pikul Sling Sejauh 3 Kilometer
Demi mobilitas antardesa, disebutkan bahwa warga Desa Jamat jalan kaki sejauh 3 kilometer sambil membawa tali sling yang akan digunakan sebagai jembatan gantung.
Hal tersebut terungkap dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @serta_lia_gali pada Rabu, 7 Januari 2026.
“Putusnya jalan menuju desa di Jamat membuat warga satu desa bergotong royong memikul sling sepanjang 125 meter menuju Desa Reje Payung,” tulis keterangan pada kolom caption.
Dalam video tersebut terlihat banyak warga, termasuk anak-anak berjalan berurutan sambil memikul tali sling.
“Dari Jamat, mengambil sling untuk penyeberangan ke Reje Payung. Semoga bermanfaat nantinya kalau udah siap, semoga untuk banyak masyarakat dari Jamat ke Reje Payung,” ujar salah satu warga dalam video tersebut.
Akses Jalan Darat Putus Total
Dampak terjangan banjir dan tanah longsor yang terjadi membuat jembatan permanen yang sebelumnya dimiliki, kini terputus total.