GORONTALO24JAM - Komitmen memperkuat kebijakan lingkungan berbasis penelitian menjadi titik temu kerja sama antara Universitas Mulia dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan.
Kesepakatan itu dituangkan dalam penandatanganan MoA yang dilakukan bertepatan dengan agenda Diskusi Publik bertema “Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah: Upaya Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Balikpapan”, Kamis, 27 November 2025.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UM, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., menyoroti gejala penurunan populasi kupu-kupu dan burung gereja.
Baca Juga: Mahasiswa UNCEN Ajak Generasi Muda Wujudkan Papua Adil Dan Damai Lewat CDC II 2025
Ia memandang fenomena tersebut sebagai tanda terganggunya keseimbangan ekosistem akibat perubahan perilaku masyarakat dalam merawat tanaman.
“Kita masih melihat bunga di pekarangan, namun serangga penyerbuk semakin sedikit. Peralihan dari cara alami ke penggunaan pestisida memberikan efek jangka panjang bagi lingkungan,” jelasnya dalam sesi diskusi.
Menurutnya, mahasiswa hukum memiliki posisi strategis untuk memberikan analisis regulasi yang dapat memperbaiki tata kelola lingkungan.
Pandangan senada disampaikan Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., yang menyebut sumber daya air dan pengelolaan sampah sebagai isu paling krusial.
Ia menilai riset berbasis data dapat menjadi tumpuan pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih efektif.
“Contoh kecil dari kajian mahasiswa tentang pola sampah saja dapat membuka alternatif model pengelolaan yang jauh lebih efisien,” ungkapnya, sambil menyebut Balikpapan Water Forum sebagai contoh forum ilmiah yang pernah melibatkan daerah dan lembaga nasional.
Baca Juga: AC Tak Kunjung Diperbaiki, Mahasiswa Keluhkan Belajar Terganggu
Kepala DLH Balikpapan, Drs. Sudirman Djayaleksana, M.M., kembali menegaskan pentingnya konsistensi kebijakan lingkungan.
Ia mengingatkan publik bahwa pelarangan aktivitas tambang batu bara yang pernah diberlakukan pemerintah kota bukanlah keputusan ringan.
“Kebijakan itu diambil demi menjamin ruang hidup warga. Dan daya tahannya hanya akan terjaga bila masyarakat, perguruan tinggi, serta pemerintah bergerak dalam satu arah,” tuturnya.
Sudirman juga mengatakan bahwa DLH sejauh ini telah menjalin kolaborasi dengan berbagai universitas seperti ITK, Poltekba, dan Universitas Airlangga.