GORONTALO24JAM - Dalam upaya merespons ancaman krisis iklim yang semakin mendesak, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat jangkauan riset global melalui kolaborasi akademik dengan Universiti Putra Malaysia (UPM).
Kerja sama ini diwujudkan dalam agenda International Guest and Research Dissemination bertema “Communicating the Climate Crisis: Why What We Say Matters”, yang berlangsung pada 20 November 2025 di Aula Lantai 9 Gedung GKB A19 UM.
Kegiatan ini dipimpin oleh Megasari Noer Fatanti, M.I.Kom. (UM) bersama Assoc. Prof. Dr. Haliza Abdul Rahman (UPM).
Forum tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus ajang memperluas kolaborasi penelitian antarnegara, melibatkan dosen, peneliti, hingga mahasiswa.
Pendekatan kolaboratif ini diharapkan semakin menguatkan kontribusi akademisi UM dalam mengembangkan kajian komunikasi keberlanjutan sebagai tanggapan atas isu ekologi global.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UM, Kun Sila Ananda, S.I.Kom., M.A., menilai kegiatan ini sangat penting bagi pengembangan kapasitas mahasiswa dalam memahami dinamika perubahan iklim.
Baca Juga: Mahasiswa UNG Sulap Lahumbo: Sentuhan Digital untuk Desa Impian
“Saya berharap agenda seperti ini terus mempererat kerja sama internasional Prodi Ilmu Komunikasi, khususnya dengan Universiti Putra Malaysia,” ujarnya.
Pada sesi diseminasi, Megasari mempresentasikan riset berjudul “Framing Sustainability in ESG Reports of State-Owned Energy Companies in Indonesia”.
Penelitian tersebut menelaah pelaporan Environmental, Social, and Governance (ESG) dua Subholding Pertamina, Pertamina Patra Niaga dan Pertamina Geothermal Energy untuk periode 2022–2024.
Temuan penelitian menegaskan pentingnya praktik komunikasi korporat yang berorientasi pada keberlanjutan secara transformatif.
“Komunikasi perusahaan baru dapat disebut berkelanjutan ketika benar-benar berpijak pada prinsip keberlanjutan yang bersifat transformasional,” tegasnya.
Baca Juga: Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional Ke-38 Resmi Dibuka, Ribuan Mahasiswa Adu Inovasi Dan Kolaborasi
Sementara itu, Dr. Haliza Abdul Rahman menyoroti signifikansi peran generasi muda sebagai agent of change melalui materi bertajuk “Voices for the Planet: Youth Communication for the Environment”.