Darwis menambahkan bahwa rekomendasi ini menunjukkan keseriusan Kemenag dalam merespons isu-isu aktual seperti lingkungan hidup, hubungan antaragama, kesetaraan gender, serta pola pikir generasi digital.
“Keseimbangan antara pendekatan deduktif klasik dan induktif-kontekstual menjadi fondasi penting agar tafsir tetap otentik sekaligus adaptif,” tegasnya.*****