gorontalo

Chateraise Investasi Rp1,4 Triliun, Bawa Konsep Farm to Factory

Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Gorontalo 24 Jam– Chateraise Gobel Indonesia resmi membangun pabrik kedua di Indonesia dengan total investasi senilai Rp 1,4 triliun. Proyek ini mengusung konsep farm to factory, sebuah ekosistem terintegrasi yang menghubungkan petani, industri, hingga konsumen.

“Chateraise memiliki konsep farm to factory. Jadi bukan sekadar membuat kue, tapi sebuah ekosistem terintegrasi antara petani, industri, dan konsumen. Ini sebuah pendekatan baru kemitraan strategis yang mengangkat petani sekaligus melayani konsumen,” kata Chairman Gobel Group, Rachmat Gobel, dalam acara peletakan batu pertama di Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/4/2026).

Pabrik di Bekasi ini merupakan fasilitas kedua setelah pabrik pertama yang berdiri di Bogor sejak 2017. Chateraise Gobel Indonesia merupakan perusahaan joint venture antara Chateraise Jepang dan Gobel Group Indonesia.

Rachmat Gobel menegaskan bahwa melalui konsep ini, petani tidak hanya menjadi pemasok, melainkan bagian penting dari industri yang akan dibina untuk memenuhi standar tinggi Jepang.

“Petani akan didampingi agar hasil taninya berkualitas, nutrisinya bagus, hingga ikut menjaga lingkungan dengan mengurangi emisi CO2,” ujarnya.

Langkah ini juga menjadi upaya nyata dalam pengentasan kemiskinan, khususnya di Provinsi Gorontalo. Daerah tersebut menjadi salah satu basis pasokan bahan baku seperti kakao, kopi, gula aren, ubi, dan kacang tanah. Nantinya, Indonesia juga akan menjadi basis ekspor ke Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Sementara itu, CEO Chateraise Jepang, Takako Saito, menyampaikan bahwa sistem farm to factory menjamin kejelasan asal-usul bahan baku. Selain transfer teknologi, kemitraan ini juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja yang besar.

Acara turut dihadiri oleh Kepala BPJPH Haikal Hasan, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Jepang Yuji Kuruya, serta para petani dan pejabat daerah dari Gorontalo. Dalam kesempatannya, Haikal Hasan menyoroti makna strategis sertifikasi halal yang kini tidak hanya bernilai religius, tetapi juga menjadi simbol kesehatan dan nilai ekonomi global.***

Terkini