GORONTALO 24 JAM - Bagi para petualang dan pejuang pendidikan, Pinogu, sebuah kecamatan terpencil di Gorontalo, menawarkan pengalaman yang tak terlupakan. Artikel yang dipublikasikan oleh Kelas Inspirasi Gorontalo pada 17 Juli 2016, mengisahkan perjalanan menantang menuju Pinogu sekaligus mengajak para profesional untuk bergabung dalam gerakan inspiratif di wilayah tersebut.
Pinogu, dengan luas 36.000 hektar dan populasi sekitar 2.000 jiwa, terletak di dalam kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Kecamatan ini terdiri dari lima desa yang ditentukan berdasarkan lorong atau jalan utama, menjadikannya sebuah wilayah yang unik dan kaya akan potensi.
Perjalanan menuju Pinogu bukanlah perkara mudah. Penulis artikel, Ivol Paino, menekankan pentingnya persiapan fisik dan mental yang prima. Akses menuju Pinogu dapat ditempuh melalui tiga cara:
1. Jalan Kaki: Membutuhkan waktu sekitar 12 jam, menembus hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Rute ini menawarkan pengalaman menyatu dengan alam, dengan kesempatan beristirahat di Pos Penelitian Maleo Hungayono.
2. Ojek: Pilihan yang lebih cepat, namun membutuhkan biaya sekitar Rp 250.000 sekali jalan.
3. Helikopter: Alternatif tercepat, namun tentu saja memerlukan biaya yang lebih besar.
Setelah tiba di Pinogu, para pelancong akan disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan dan kekayaan komoditas pertanian organik seperti kakao, kemiri, durian, padi, serta kopi robusta dan liberica. Kopi liberica, yang dikenal oleh warga setempat sebagai kopi Siberia, konon telah ditanam sejak tahun 1875 dan menjadi favorit Ratu Wilhelmina.
Selain keindahan alamnya, Pinogu juga memiliki nilai sejarah yang penting. Menurut buku "Sejarah Gorontalo: Asal Usul Terbentuknya Kerajaan Suwawa, Limboto dan Gorontalo," Pinogu merupakan asal usul nenek moyang orang Gorontalo dan pernah menjadi ibu kota kerajaan Suwawa.
Peninggalan kerajaan seperti balairung dan kuburan raja Mooduto masih dapat ditemukan di wilayah ini.***
.