• Sabtu, 18 April 2026

Gus Yahya Tegaskan Sikap: Tak Akan Mundur dari Ketua Umum PBNU

Photo Author
Pengki Djoha, Gorontalo 24 Jam
- Sabtu, 22 November 2025 | 16:47 WIB
Syuriyah PBNU Minta Gus Yahya Mundur, Gara-Gara Isu Narasumber & Tata Kelola Keuangan (ilustrasi/Jakartatrend.com)
Syuriyah PBNU Minta Gus Yahya Mundur, Gara-Gara Isu Narasumber & Tata Kelola Keuangan (ilustrasi/Jakartatrend.com)

GORONTALO 24 JAM–Konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memanas. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, dengan tegas menyatakan tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya. Penolakan ini muncul sebagai respons atas desakan yang dilayangkan kepadanya oleh sejumlah petinggi Syuriyah PBNU.

Gus Yahya menilai bahwa desakan yang menuntut pengunduran dirinya sarat dengan kecacatan prosedur. Ia menuding langkah yang diambil oleh Syuriyah PBNU, terutama Rais Aam KH Miftachul Akhyar, sebagai keputusan sepihak yang tidak mencerminkan mekanisme musyawarah yang adil.

"Tadi malam pertemuan Syuriah membicarakan kehendak untuk memberhentikan saya. Bahkan sejak awal pertemuan sudah dinyatakan bahwa ada keinginan untuk memberhentikan saya," ungkap Gus Yahya kepada awak media di Jakarta, Sabtu (22/11/2025).

Lebih lanjut, Gus Yahya menyayangkan sikap para petinggi Syuriyah yang dinilai menutup ruang dialog dan klarifikasi. Ia merasa ada upaya sistematis untuk membangun narasi yang membenarkan upaya penyingkirannya tanpa memberinya kesempatan untuk memberikan penjelasan secara terbuka. Menurutnya, keputusan ini murni merupakan langkah sepihak dari penguasa tertinggi di struktur NU.

Ketegangan ini bermula dari beredarnya risalah rapat harian Syuriyah PBNU tertanggal 20 November 2025. Dokumen tersebut memuat tiga poin evaluasi yang dianggap fatal dan menempatkan Gus Yahya dalam posisi yang sulit.

Poin pertama dan kedua menyoroti keputusan pengurus yang mengundang narasumber yang diduga memiliki afiliasi dengan jaringan Zionisme Internasional dalam program Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) NU. Syuriyah menilai tindakan ini sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan mencemarkan nama baik organisasi di tengah kecaman global terhadap tindakan genosida oleh Israel.

Sementara itu, poin ketiga menyoroti masalah tata kelola keuangan di lingkungan PBNU. Syuriyah mencium adanya indikasi pelanggaran keuangan yang dianggap bertentangan dengan hukum syara' dan Anggaran Rumah Tangga NU, serta membahayakan eksistensi badan hukum perkumpulan.

Atas dasar temuan-temuan tersebut, Rapat Harian Syuriyah memberikan ultimatum keras kepada Gus Yahya untuk mengundurkan diri dari jabatannya dalam waktu tiga hari. Jika ultimatum tersebut tidak dipenuhi, Syuriyah mengancam akan memberhentikan Gus Yahya secara paksa.***




Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Pengki Djoha

Tags

Terkini

X