GORONTALO24JAM–Kabar duka menyelimuti Kota Malang. Hanik Andriani, istri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, meninggal dunia pada Kamis malam, 20 November 2025. Pemakaman berlangsung hari Jumat, 21 November 2025, di TPU Kasin, Kota Malang.
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin, turut hadir dalam pemakaman tersebut. Arumi mengaku sangat terkejut mendengar kabar duka ini, mengingat baru dua hari sebelumnya ia masih bersama Hanik dalam berbagai kegiatan di Kota Malang.
Menurut Arumi, Hanik Andriani adalah sosok yang sangat mendukungnya sejak sebelum menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Malang. Kedekatan mereka semakin erat seiring berjalannya waktu, dengan Hanik memberikan dukungan penuh pada berbagai program provinsi maupun program Kota Malang.
Arumi mengenang bagaimana Hanik selalu setia mendampinginya selama kunjungan terakhirnya, mulai dari kegiatan posyandu hingga program peningkatan kapasitas kader. Bahkan, setelah acara, mereka sempat makan bakso bersama.
Selain aktif di TP PKK, Hanik juga dinilai memiliki peran besar dalam mendorong perkembangan UMKM di Kota Malang melalui Dekranasda. Dukungannya memperkuat identitas Malang sebagai kota kreatif yang digerakkan oleh generasi muda.
Arumi juga mengenang kebiasaan Hanik yang kerap mengajaknya mengunjungi sentra UMKM dan mencicipi kuliner khas daerah setiap kali ia berkunjung ke Malang.
Bagi Arumi, pertemuan terakhir itu meninggalkan kesan mendalam. Ia mengingat Hanik sebagai pribadi yang ceria, penuh energi, dan selalu menebar senyum dalam setiap kegiatan.
Staf Pribadi Wali Kota Malang, Deni Irwansyah, mengungkapkan bahwa almarhumah sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda sakit yang serius. Kondisi mendadak menurun saat Wali Kota Wahyu Hidayat masih menjalankan agenda dinas.
Deni menceritakan bahwa Wahyu sempat diminta mengganti kemeja batik biru yang dikenakannya sejak sore hari. Namun, Wahyu menolak karena kemeja tersebut dipilihkan oleh Hanik sebelum berangkat, dan Hanik terlihat sangat ceria saat memilihkan baju itu.
Kemeja tersebut menjadi kenangan terakhir dari sang istri, sebuah pilihan sederhana yang kini sarat makna di tengah kepergian yang begitu tiba-tiba. Kepergian Hanik meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Kota Malang***