• Sabtu, 18 April 2026

Gunung Semeru Siaga Awas: Erupsi Dahsyat Picu Evakuasi dan Status Tanggap Darurat

Photo Author
Pengki Djoha., S.P, Gorontalo 24 Jam
- Kamis, 20 November 2025 | 09:52 WIB
Pemkab Lumajang, Jawa Timur beri status tanggap darurat usai erupsi Gunung Semeru (Kominfo Lumajang)
Pemkab Lumajang, Jawa Timur beri status tanggap darurat usai erupsi Gunung Semeru (Kominfo Lumajang)

GORONTALO24JAM– Erupsi dahsyat Gunung Semeru pada Rabu (19/11) sore telah memaksa ratusan warga mengungsi dan memicu penetapan status tanggap darurat oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang. Badan Geologi meningkatkan status gunung tertinggi di Pulau Jawa ini menjadi Awas (Level IV) setelah aktivitas vulkanik meningkat secara signifikan.

Kronologi Erupsi

Gunung Semeru dilaporkan menyemburkan awan panas guguran sejauh 5,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan. Kolom abu tebal berwarna kelabu pekat terlihat condong ke arah barat laut hingga utara. Erupsi ini terekam oleh seismograf Pos Pengamatan Gunung Semeru dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 16 menit 40 detik.

"Gunung Semeru meluncurkan awan panas guguran sejauh 5,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan," ujar Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, seperti dikutip dari detikJatim.

Kepanikan Warga dan Evakuasi

Letusan awan panas mencapai radius 13 kilometer dan mengakibatkan kepanikan di kalangan warga yang berada di sekitar Jembatan Gladak Perak. Video yang beredar menunjukkan warga berlarian menjauhi kepulan abu pekat yang bergerak cepat menghampiri area tersebut.

"Letusan awan panas guguran dari Gunung Semeru membuat warga desa terdekat berlarian mencari lokasi aman," kata Ali Murtopo, seorang warga Desa Sumber Sari.

BNPB melaporkan bahwa 178 pendaki tertahan di Ranu Kumbolo dan tim evakuasi sedang dikerahkan untuk membantu mereka turun. Sebanyak 300 jiwa telah mengungsi di tiga titik pengungsian, termasuk Balai Desa Oro-oro Ombo, Balai Desa Penanggal, dan SD 2 Supiturang.

Tindakan Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Lumajang telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2025 terkait Tanggap Darurat Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru. Status tanggap darurat ini berlaku selama 7 hari, mulai 19 hingga 25 November 2025.

"Saya menetapkan status tanggap darurat bencana alam erupsi Gunung Semeru melalui Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/595/KEP/427.12/2025. Keputusan itu berlaku selama 7 hari, sebagai langkah cepat dan terpadu dalam menghadapi dampak erupsi," kata Bupati Lumajang, Indah Amperawati.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) juga telah menutup total aktivitas pendakian Gunung Semeru hingga batas waktu yang belum ditentukan. Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak Gunung Semeru dan mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.

Imbauan dan Langkah Selanjutnya

Pemerintah dan pihak terkait terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi dari sumber yang terpercaya.

BNPB akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan situasi dan langkah-langkah penanggulangan yang diambil. Masyarakat dapat mengakses informasi melalui kanal resmi BNPB dan media massa yang terpercaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Pengki Djoha., S.P

Tags

Terkini

X