gorontalo

Perundungan Pelajar Kembali Viral di Facebook, Cermin Buram Lingkungan Pendidikan

Selasa, 14 April 2026 | 20:58 WIB
Dugaan kasus perundungan terhadap seorang siswi di Gorontalo. (Foto: Tangkapan layar video).

Gorontalo 24 Jam — Video dugaan perundungan terhadap seorang siswi yang viral di Facebook kembali menampar kesadaran publik tentang darurat kekerasan di lingkungan pelajar. Rekaman yang diunggah akun Fatra Amara itu memperlihatkan tindakan yang tidak hanya memprihatinkan, tetapi juga mencerminkan kegagalan kolektif dalam melindungi anak.

Dalam video tersebut, korban tampak menjadi sasaran kekerasan oleh sejumlah rekan sebayanya. Lebih ironis, aksi itu terjadi di hadapan pelajar lain yang memilih menonton tanpa intervensi. Fenomena ini memperlihatkan normalisasi kekerasan yang semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja.

Perundungan bukan sekadar “kenakalan anak-anak” yang bisa dimaklumi. Tindakan ini adalah bentuk kekerasan yang berdampak serius, baik secara fisik maupun psikologis. Pembiaran terhadap perilaku seperti ini hanya akan memperkuat budaya intimidasi dan kekerasan di lingkungan sekolah.

Yang tak kalah disorot adalah respons sebagian pihak yang justru cenderung defensif terhadap pelaku. Alih-alih mengutamakan perlindungan korban dan evaluasi menyeluruh, sikap pembelaan tanpa dasar yang jelas justru berpotensi memperburuk situasi dan mengaburkan fakta.

Kasus ini seharusnya menjadi momentum refleksi keras bagi semua pihak—sekolah, orang tua, hingga masyarakat. Lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman justru berubah menjadi tempat yang mengancam bagi sebagian siswa.

Tanpa tindakan tegas, perundungan akan terus berulang dengan pola yang sama: viral, ramai kecaman, lalu mereda tanpa penyelesaian mendasar. Penanganan yang lamban dan minim transparansi hanya akan memperkuat kesan bahwa keselamatan anak bukan prioritas utama.

Desakan publik agar kasus ini ditindaklanjuti tidak boleh berhenti pada wacana. Aparat dan pihak sekolah harus bergerak cepat, mengusut tuntas, serta memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang layak.

Jika tidak, video viral berikutnya hanyalah soal waktu.***

Tags

Terkini