GORONTALO24JAM - Tahun ini, tiga mahasiswa doktoral bergabung dengan program besar yang dipimpin Universitas Edinburgh untuk memperkuat upaya mengatasi krisis iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati di Skotlandia.
Negara itu tengah menghadapi kondisi genting: hutan asli yang sehat tinggal kurang dari separuh, sementara sebagian besar lahan gambut mengalami degradasi.
Baca Juga: Sinergi Zakat YARSI Dan IZI Berikan Harapan Baru Bagi Mahasiswa Universitas YARSI
Sebagai respons, pada 2021 universitas meluncurkan Forest and Peatland Programme, inisiatif jangka panjang untuk menangkap emisi tak terhindarkan sekaligus memulihkan hutan dan lahan gambut seluas 5.600 hektare dalam 50 tahun ke depan.
Mahasiswa PhD Mareike Feldmann, Tilda Tarrant, dan Rachel Orchard ditugaskan menilai dan memandu implementasinya. Dengan menjadikan sejumlah lokasi sebagai “laboratorium hidup,” mereka memantau karbon, keanekaragaman hayati, serta dampak sosial bagi komunitas.
Dalam kunjungan ke Ardtornish Estate, mereka bertemu pengelola lahan dan menggali bagaimana restorasi dilakukan sambil melibatkan masyarakat sekitar. Pertemuan itu melahirkan ide baru tentang kontribusi riset sosial terhadap kerja konservasi di lapangan.
Baca Juga: Jelajahi Gorontalo: 8 Destinasi Wisata yang Akan Membuat Anda Terpukau
“Ini kesempatan istimewa untuk memahami proses sosial dalam restorasi alam, Saya ingin merekam dan membagikan kisah interaksi masyarakat dengan lahan melalui pendekatan akses terbuka.” Ujar Rachel
Di kampus, data dari drone, sampel tanah dan air, serta alat pemantau lapangan dianalisis dengan dukungan keahlian lintas fakultas mulai dari kimia, kedokteran hewan, hingga geosains.
Temuan mereka nantinya akan langsung memengaruhi pengelolaan lokasi restorasi universitas dan mitranya.
“Bekerja dalam tim multidisipliner yang melihat satu pertanyaan dari berbagai sisi sungguh berharga,” ujar Tilda.
Baca Juga: Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Sigap Tinjau Mahasiswa KPM Terdampak Banjir Aceh Utara
Sejalan dengan fokus universitas pada pendidikan iklim dan keberlanjutan, lokasi hutan dan lahan gambut ini juga akan dimanfaatkan untuk kegiatan belajar, riset, dan kunjungan lapangan.
Peluang serupa turut dibuka bagi sekolah-sekolah di sekitar, memberikan pengalaman belajar luar ruang yang kaya bagi generasi muda.***